Mengganti openSUSE 11.1 dengan Ubuntu 9.04 menggunakan Flashdisk

openSUSE

openSUSE

Tidak, tentu tidak. Itu jawaban yang pasti akan saya lontarkan kepada pertanyaan anda yang membaca judul diatas. Saya mengganti sistem operasi saya menggunakan Ubuntu bukan berarti saya ‘membuang’ openSUSE. Ini hanya semata-mata tuntutan kebutuhan atau ‘usability factor’ saja. Mengapa saya mengganti openSUSE -kesayangan- saya dengan Ubuntu -kesukaan- saya? Anda dapat membacanya di turtlix official website.

Lanjut saja ke prosesnya. Karena alasan kepepet dan tidak punya CD kosong maka mau tidak mau, yang pasti harus mau pakai Flashdisk 1Gb. Flashdisk Mp3 player lebih tepatnya dan lambat transfer rate-nya (fiuh…). Setelah selesai download dari mirror lokal UGM, saya langsung download aplikasi UNetbootin untuk openSUSE. Kemudian UNetbootin saya gunakan untuk membuat Ubuntu LiveUSB setelah saya memformat Flashdisk saya dengan sistem FAT32. Kenapa FAT32? karena sistem NTFS belum disupport oleh SysLinux (Linux boot system). Setelah menunggu beberapa puluh menit -karena Flashdisk yang lambretta- flashdisk-pun siap. Proses selanjutnya adalah restart komputer lalu memilih booting ke USB. Untuk komputer saya dengan menekan tombol F12 pada saat booting BIOS, sangat mungkin akan berbeda dengan komputer anda. Setelah booting USB proses yang terjadi sama seperti waktu menggunakan LiveCD biasa, hanya pada saat awal ada menu UNetbootin yang menampilkan proses yang akan dilakukan. Selanjutnya sama seperti biasa, masuk ke Ubuntu Live System dengan dua icon di desktop, Example dan Install. Ya benar, klik dua kali pada icon Install dan ikuti 7 langkah mudah instalasi Ubuntu, ya benar! cuma 7 langkah. Selesai pada langkah ke-7 komputer langsung saya restart, kenapa? karena tulisannya begitu :D .

Ubuntu

Ubuntu "So sweeeet!"

“Wow, alamak, edan tenan, #$%$*&^(*”, saking senengnya ketika masuk dalam sistem Ubuntu. Kenapa? Display Driver sudah terdeteksi dan terkonfigurasi dengan cukup baik. Wificard saya juga tanpa basa-basi langsung menangkap sinyal HotSpot ruang sebelah, walaupun soundcard masih harus ditambah 1 baris konfigurasi agar ber-suara. “Puas!”, itu yang saya dapat dari release Ubuntu 9.04 (Jaunty Jackalop).

Untuk memfungsikan souncard, saya hanya menambahkan,
options snd-hda-intel model=uniwill-m31
pada berkas /etc/modprobe.d/alsa-base.conf
kemudian reboot Ubuntu, “Abrakadabra!” suara gendang afrika menyambutku untuk meminta user dan password. Mengapa uniwill-m31, bukan toshiba, atau yang lainnya? Setelah mencoba semua dan pengalaman bertahun-tahun bergelut diranah alsa-driver, model yang paling sesuai dengan komputer saya adalah uniwill-m31. Karena model toshiba yang ‘harusnya’ sesuai malah tidak memberikan suara.

Setelah semua selesai, langsung saja ber ‘apt-get’ mencari aplikasi yang saya butuhkan untuk mengerjakan tugas saya.

NB:
Maaf tanpa screenshoot, sebab waktunya sempit. Mungkin lain kali saya lengkapi.

UGM BNI Jazz 2009

Kali ini Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, kembali menggelar acara konser UGM-BNI Jazz 2009 yang didukung oleh Bank BNI pada Sabtu, 23 Mei 2009 mulai pukul 19.30 WIB bertempat di Grha Sabha Pramana, UGM. HTM ditetapkan sebesar Rp 200.000, Rp 150.000, Rp 75.000, Rp 40.000 dan Rp 25.000.

Untuk kali ini dimeriahkan oleh Ireng Maulana & Friend, Kiboud Maulana, Didiek SSS, Yance Manusamafeaturing Marcell dan Andien plus Maylaffayza dari Jakarta dan masih ada Balawan & Batuan Ethnic Fusiondari Bali. Butet Kartaredjasa kembali dipercaya menjadi MC ditemani Olga Lydia.

Sebagian dari anda terutama yang tinggal di kota gudeg Yogyakarta, merasakan betapa hausnya publik di kota Jogja yang pada umumnya Mahasiswa akan pertunjukan musik khususnya jazz dengan sejumlah bintang dalam format semi festival. Kenyataan itu terlihat ketika tiket pertunjukan yang dijual tahun lalu ludes seminggu sebelum pertunjukan digelar (aku nggak kebagian…hiks).

UGM BNI Jazz 2009

UGM BNI Jazz 2009

Supaya pengalaman tahun 2008 tidak terulang, aku beli tiket secepatnya, sampe-sampe didaulat jadi calo buat teman-teman yang mau nonton (huh…dasar kalian…). Tiket Box dibuka tanggal 4 Mei (kalo ndak salah…) langsung beli di Fakultas Ekonomi & Bisnis. Kirain rame banget, ternyata cuman aku doang yang ngantri (gubrak!). Beli 7 tiket Festival A yang makan dompet Rp. 40.000/tiket. Weits…cuman dapat kupon, trus katanya kupon ditukarkan tiket pada hari H (23 Mei 2009 di GSP). Ups…Pak Yudha dan istrinya Bu Yudha juga mau nonton, tapi Bu Yud baru Hamil…aku cari yang pake tempat duduk dan nyaman nih. “Gelem tiket VIP ora?”, Momon menanyaiku lucky banget nich… “Aku ambil 2!”

Hari H, berangkat jam 17.30 biar dapat kursi maklum tiket festival :D akhirnya dapat di tribun sayap timur berdua dengan Indomielezat sedangkan temanku Kerti beserta istri-istrinya (ck..ck..ck..cewek semua) cari posisi yang menurut mereka tepat, maklum satu keluarga..

Sesuai perkiraan, untuk acara kayak gini pasti tepat waktu, 19.30 acara mulai dibuka oleh Ireng Maulana & Friends. Ireng Maulana pegang gitar, Yance Manusama pegang Bass, Didiek SSS pengang Saksophone, yang pegang Drum dan Keyboard aku lupa (hehehe….) di tambah Kiboud Maulana. Setelah ber-jamsession Andien menyanyikan 2 lagu bersama Ireng Maulana & Friends (gaun-nya Andien sexy tenan..huahaha…). Marcell melanjutkan setelah Andien turun panggung. Seperti biasa aksi Marcell yang “heboh” membuat penonton enjoy dan ikut aja disuruh nyanyi…

Maylaffayza dengan violin-nya mulai beraksi dibantu musisi lain. Satu yang aku bilang dari Maylaffayza, “tegas!”. Dari awal sampai akhir semua instrumen maupun lagu yang dimainkan tegas. Walaupun lagu “Sempurna” besutan Andra and The Backbone di-convert dengan nuansa alat musik gesek, tetep aja tegas tanpa meninggalkan sisi “lembut” lagu itu. Tahu nggak, ada yang sampai meneteskan airmata mendengarkan “Sempurna”-nya Maylaffayza.

I Wayan Balawan, ekspektasiku untuk musisi ini cukup besar, aku sudah dengarkan beberapa albumnya di rumah. Jadi bisa aku bayangkan warna musik yang ditampilkan. Lagu pertama dari Balawan…
“Wow…!!!”, melebihi apa yang aku perkirakan. Aku nikmati sambil merinding mendengarkan dan melihat performa Balawan. “What a soulfull guitar play!”…Bukan cuma aku, Penontonpun memberikan applause berkali-kali untuk performa Balawan.

Acara berakhir sampai pukul 23.30 WIB. Aku dan Indomielezat keluar dan bertemu dengan Pak Yudha dan Bu Yudha…Janjian mau makan bareng dibatalkan karena waktu sudah larut malan. Tapi tetep aja “Ke angkringan tugu yuk, nge-teh bentar”, ajak Indomielezat. Aku sih ayuk-ayuk ajah….

Sampe rumah jam 00.30 trus tidur nyenyak….zzz….

Imogiri Part II

Bendung Tegal

Bendung Tegal

Inilah Bendungan Tegal, bendungan yang dibagun sejak 2002 (kalau tidak salah). Bendungan yang ditujukan untuk irigasi lahan pertanian disekitarnya, bahkan sampai daerah yang berkapur (kaki pegunungan) daerah Gunung Kidul.

Perjalanan dilakukan oleh 3 orang. Saya, adik kandung saya (20th), dan keponakan saya(7th). Bersepeda bersama dari rumah mulai jam 7 pagi. Route yang ditempuh adalah jalan Imogiri Barat dengan menimbang keponakan saya masih kelas 2 SD. Tak disangka perjalanan kami tempuh hanya dalam waktu kurang lebih 1 jam saja. Maklum jalan menurun terus :)

Sampai di rumah Simbah (Kakek dari Ibu) langsung disuguhi sarapan sayur sawi dengan tahu, lauknya telor dadar. Yummy…setelah bersepeda langsung sarapan pagi, karena berangkat belum sarapan. Menunggu beberapa menit, sambil ngobrol akhirnya keponakan minta diajak ke bendungan sekalian memancing. Setelah pinjam sana-sini akhirnya dapat dua bilah pancing beserta kail dan senarnya. Ups..umpan!

Yang namanya di desa cari cacing cukup mudah, setengah berani dan setengah jijik, pencarian cacing dimulai. Dapat! sekitar 15 ekor cacing aku tangkap dan di kumpulkan oleh adikku. Acara memancing dimulai…dapat berapa ikan? Tidak dapat apa-apa, cuma dapat panas matahari :D

Walaupun nihil, tetapi ‘fun’ tetap menempel di kepala kami. Eh, sampai rumah simbah langsung makan pepaya, trus kena angin sepoi-sepoi…mengantuk…tahan! Nggak tidur kok hehehe…

Jam 15.00 mulai siap-siap pulang, route yang melelahkan sepertinya, mungkin itu yang ada di benak keponakanku…

Wah mau pulang dulu…

  • Dikunjungi dari,

  • Status,


    The Ubuntu Counter Project - user number # 27687